Kamis, 23 Desember 2010

Rindu

Disini..

Diantara bintang dan kemeriahan

akuh memilih sunyi..

Dimana telah kutanamkan jutaan rindu untukmu

Ketika malam berjatuhan

hingga terdampar di pagi.



Dan untuk kesekian kalinya

Aku merasa kao begitu jauh

Meski kita berada di langit yang sama.



Kekasihku,

jika kao percaya angin adalah satu

jika kao percaya langit itu biru

akan ku nyanyikan rindu ini

lewat angin, lewat laut

lewat sunyi dan denting malam.

Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat,
dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan
dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah."
-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini.
Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai
kesuksesan.

Justru, pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu
kesuksesan hidup seseorang.

Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam
menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang
ringan hingga kompleks.

Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami, mengenal, dan memilih
kualitas mereka sebagai insan manusia.
Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan baik
dan membuat keputusan dengan bijak.

Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana seseorang dapat
mengaplikasikan apa yang ia pelajari tentang kebahagiaan, mencintai dan
berinteraksi dengan sesamanya.

Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang
terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang
dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan hidup yang
*tidak tampak*.

Kesuksesan bisa tercapai ketika seseorang bisa membuat kesepakatan
dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi dengan sesamanya.

Terbukti, pencapaian kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati
seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan "EQ"), dikenalkan melalui pasar dunia.

Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi
secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada
kecerdasan otak (IQ) seseorang.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan
menjadi hal yang luar biasa....

Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump, adalah contoh
apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990, Trump dikenal sebagai
pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang
diperkirakan sebesar satu miliar US dollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu "The Art of The Deal
dan Surviving at the Top". Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu
mulus...

Anda ingat depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu
harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu
semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.

Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung
hutang sebesar 900 juta US Dollar!
Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya.

Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir
kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti
rugi perceraian mereka.

Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.

Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah
keadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada
"intangible asset" yang tetap dimilikinya.

Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh
lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan
terbesar dalam sejarah bisnisnya.

Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi
judul "The Art of The Comeback".

Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya
justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya.

Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan
pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang
sebelumnya. Luar biasa bukan? :-)

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan,
juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi
ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir
pada setiap org & bisa dikembangkan.

Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.

Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan
membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam
segala hal.

Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. "being accountable is being dependable"

3. Berani keluar dari zona nyaman.

Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba
untuk menghadapinya.

Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan harga diri kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi Anda!

Karena mengendalikan emosi merupakan
salah satu faktor penting yang bisa
mengendalikan Anda menuju sukses dan
juga menikmati warna-warni kehidupan. :-)

"Tetapkan Tujuan Hidup"

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Without goals, and plans to reach them, you are
like a ship that sail with no destination" --
(Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya
tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu
arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup
adalah apa yang kemudian dilakukannya.

Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih
nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan
hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan
dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu
adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan
hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah
tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah
setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin
dicapai.

Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan
strategi apa yang harus diambil.

4 Cara Yang Bisa Anda Pakai Untuk Menetapkan
Tujuan Hidup:
1. Apa sebenarnya keinginan Anda?

Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya
keinginan Anda untuk beberapa tahun ke depan?

Tidak ada salahnya Anda bermimpi. Anda
tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak
ada biaya yang harus Anda keluarkan untuk
sekedar bermimpi. ;-)
2. Kumpulkan informasi.

Dengan mengumpulkan informasi, Anda
bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.

Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan
yang Anda inginkan, belajarlah dari mereka.
Lakukan apa yang mereka kerjakan!
3. Jangan diam.

Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan
membawa Anda pada impian hidup yang diinginkan!
4. Tingkatkan kemampuan

Jika ada cara yang Anda lakukan terbukti efektif
dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai,
maka alangkah baiknya jika Anda berusaha untuk
meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan
kinerja agar tujuan hidup Anda lebih cepat tercapai.

Jika keempat hal di atas Anda lakukan secara terus
menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Anda
akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.

Anda ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas
gambaran kehidupan Anda sendiri. Dan seorang
pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning'
terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang
terbaik.

Dalam hal ini, Anda pun hanya bisa sebesar dan
sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Anda
tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Anda
sebaik-baiknya!

Rabu, 22 Desember 2010

it's my live

hidupku hnya aq n tuhan yg tau

tp jln hidupq hnya tuhan yg tau

q akan berusaha sekuat tenaga mnjalani hidup yg terkadang penuh rintangan

karena q yakin setiap kejadian pasti ada hikmah.....



saat q terjatuh hnya satu yg dpt menolongq.....

saat q pada puncak nanti, q kan berusaha membagi senyum pd orang2 di sekitarq

keluarga, pndmping, sahabat, dll.......

semoga saat itu aq tidak lupa dengan orang2 yg selama ini membantu !!!

Sahabat,,..???

"Keretaku sudah tiba" kata gadis itu,

Gadis yang selama ini menemani berpuluh atau bahkan beratus senjaku, gadis yang selalu menyertai purnama - purnamaku,

gadis yang selalu membuatku tersenyum meski semua orang memaksaku menangis,

dan....... gadis yang semalam membasahi kerah kemejaku dengan air matanya.

Terlintas kembali tatapan sayunya yang dipenuhi bulir - bulir air mata tadi malam, yang dengan tiba - tiba berkata

"Kita akan tetap bersahabat kan..?'

"Ya..." jawabku

"Selamanya ...?"

''Ya..."

"Apa kau akan tetap mengingatku ?"

"Ya..."

"Apa kita akan bertemu lagi ?"

"Ya...''

Sekali lagi dia berkata dengan nada yang mungkin lebih mirip dengan tanya, "Sahabat....?"

Akupun lagi - lagi menjawab "Ya..."

Entah kenapa semalam lidahku mendadak kelu dan hanya bisa mengucap "Ya".

Dan "Ya".... sahabatku, walaupun kini hanya separuh wajahmu yang terlihat di jendela kereta itu,

walaupun sebenarnya begitu berat bagiku berkata "Ya",

aku pastikan kita akan tetap bersahabat selamanya...

Dan "Ya'...., walaupun sebenarnya aku pun tak pernah tau apakah ada perbedaan antara persahabatan dan cinta........

"Ya...."

- Selamat Jalan Sahabatku....-



Kamis, 16 Desember 2010

Puisi-puisi Soe Hok Gie

Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
Di bawah ini ada sebuah puisi Gie yang kita tak tahu judulnya. kiranya ada yang tahu, sila lah berbagi info pada kami.

(Puisi Gie)

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

Kata Kata Soe Hok Gie

* Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

* Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.

* Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.

* Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

* Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.

* Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

* Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.

* Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

* Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

* Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…

* Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

* Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

* Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

* To be a human is to be destroyed.

* Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.

* Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

* I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.

* Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.

* Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.

* Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.

* Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Biografi Soe Hok Gie ( 1942-1969)


Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.

Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.

Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?

Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.

Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.

Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.

Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.

Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.


Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.


Makam soe Hok Gie

24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”

Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.

Tahun depan Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production akan meluncurkan film berjudul “Gie” yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra, Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Saat ini sudah memasuki tahap pasca produksi.

Catatan Seorang Demonstran

John Maxwell berkomentar, “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie” tuturnya.

Minggu, 05 Desember 2010

Nikmatilah Perbedaan!

Ditulis oleh: Anne Ahira

Perbedaan adalah anugrah dari
Yang Maha Kuasa!

Lihatlah sekeliling kita, indahnya
warna-warni bunga, warna-warni satwa,
dan segala keragaman lain yang
menghiasi dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal
warna hitam saja! Alangkah gelapnya
dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,
kita tidak akan merasakan hidup
semeriah dan seindah sekarang ini,
betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap
insan selalu berhadapan dengan segala
macam perbedaan dan warna-warni
kehidupan.

Tapi sayang, tidak semua orang mampu
melihat perbedaan sebagai kekayaan.
Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu
menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya
karena perbedaan. Entah itu perbedaan
warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu
yang bisa dihindari. Setiap orang lahir
dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan
fisik, pola pikir, kesenangan, dan
lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama.
Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak
selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang
memiliki kemampuan memimpin, lantas
siapa yang mau dipimpin? Kalau semua
orang menjadi orang tua, siapa yang mau
jadi anak? Siapa juga yang akan
menerima sedekah, jika semua orang
ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan
alat perpecahan. Banyak hal positif
yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.
Namun, tentu saja semua itu harus
bersyarat. Nah, syarat apa saja yang
harus dipenuhi?

Berikut di antaranya...
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.

Berpikirlah positif dengan mensyukuri
adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan
sebagai kekayaan. Cara pandang yang
benar akan melahirkan sikap yang tepat.

Ada baiknya kita mencari persamaan
terlebih dahulu, sebelum mencari
perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan
adalah jalan yang tepat untuk mengelola
perbedaan.

Berlatihlah utk menghargai, menerima,
menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap keputusan bersama, meski
berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu
pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain,
salurkan potensi, karakter, minat yang
berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.

Cara ini akan mendorong tercapainya
tujuan bersama dan mendukung
pengembangan potensi masing-masing
individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau
pendapat orang lain, perlakukan mereka
selayaknya diri kita ingin diperlakukan.

Anggaplah semua orang penting. Mereka
memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi
tdk bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

Merasa diri paling penting dan lebih
baik daripada orang lain *tidak akan*
menambah nilai lebih bagi kita. Toh
kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.

Jadilah beton dalam bangunan. Meski
tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah
bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin
kebenarannya.

Perbedaan bisa muncul karena informasi
yang salah. Oleh sebab itu, pastikan
sumber informasi kita bisa terjamin dan
dapat dipercaya kebenarannya. Lebih
bagus lagi jika disertai bukti yang
mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum
menyalahkan orang lain.

Menyalahkan orang lain terus menerus
tidak akan banyak membantu kita. Bisa
jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
diri kita. Karenanya, koreksi diri
sendiri terlebih dahulu merupakan
langkah yang paling bijaksana.

So, berhentilah menyesalkan perbedaan.
Karena jika tidak, Anda akan
kehilangan sumber kebahagiaan! :-)

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Ditulis Oleh: Anne Ahira

Anda, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian, karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'...

Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Anda termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya, tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun merasakan kesunyian. Mungkin Anda pernah mengalami hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain sebagainya..!

Satu hal yang perlu Anda ingat, kesendirian dengan arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif yang sangat Anda sukai, misalnya dengan membaca, menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan Anda. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian Anda dan belum sempat dilakukan. Anda bisa membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

Percaya, cara ini akan menyadarkan Anda akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin Anda wujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 'keinginan gila' saat Anda masih kecil? Atau mimpi-mimpi lain yang belum terlaksanakan?

Saat itu Anda akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus Anda lakukan... Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Anda.

Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan Anda di dunia.

Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan Anda mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Anda terjebak dalam kesendirian dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya berlarut-larut, hingga membuat Anda putus asa.

Kalau Anda mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Anda jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika Anda mau terbuka, dalam kesendirian Anda bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Anda bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang Anda miliki.

Dalam kesendirian pula Anda bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali Anda temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan saja kepada setiap orang, termasuk kepada Anda.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Anda sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', Anda harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan!

Kelola-lah perasaan Anda dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)

Kamis, 02 Desember 2010

Wall-E and Eve

Film Wall-E and Eve




Walaupun diputar agak terlambat di bioskop bioskop Indonesia karena sudah lewat masa-masa liburan panjang sekolah, namun animasi terbaru dan kesembilan Pixar untuk Disney ini sangat sangat layak untuk ditunggu dan ditonton. Kenapa? Karena lewat film terbarunya ini, kembali Pixar akan mempersembahkan keunggulannya yang masih belum tertandingi dalam mengemas sebuah film animasi 3D dengan visual yang sangat memukau dan juga cerita yang dikemas dengan sepenuh hati untuk menyampaikan kisah yang sarat pesan moral bukan hanya untuk anak anak tapi juga untuk para penonton dewasa terutama keluarga yang menemani anak anak mereka menyaksikan film ini.
Sejak animasi hits pertama mereka, “Toy Story”, setiap kartun keluaran Pixar ibarat petualangan visual yang penuh magic. Jadi tidak salah kalau setiap produk mereka hingga saat ini cukup layak untuk dilabeli “Satisfaction Guarantee” karena selalu menampilkan hiburan yang sangat menyenangkan lewat cerita-ceritanya yang menggemaskan dan animasi yang memanjakan mata, tapi juga kisah yang sarat pesan moral tadi. Belum lepas dari fikiran, cerita yang bikin lidah bergoyang di “Ratatouille” waktu lalu, sekarang Pixar mencoba berexperimen lewat cerita masa depan dalam tuturan sebuah robot kesepian dalam “WALL-E”.

Lewat cerita yang bersetting 700 tahun di masa depan nanti, bumi digambarkan sebagai tempat yang tidak layak lagi untuk ditempati oleh makhluk hidup terutama manusia karena telah dipenuhi oleh sampah-sampah non-organik hasil buangan manusia selama ini. Untuk mengantisipasi kelangsungan hidup mereka, manusia pun telah dievakuasi ke planet lain dan dikirimlah berjuta juta robot kecil yang dijuluki WALL-E (Waste Allocation Load Lifter Earth Class) untuk membersihkan bumi agar menjadi habitat yang kembali layak untuk dihuni oleh makhluk hidup. Malangnya, setelah menjalani tugas mereka, semua robot itu mengalami mal-fungsi sehingga tersisalah satu robot saja yang sendirian terus menjalani programnya. Dipaparkan dengan alur cerita yang sama sekali tanpa dialog, kita dihibur oleh beberapa tingkah pola lucu WALL-E yang kadang kagok dan salah tingkah ketika menemukan jenis-jenis sampah yang asing baginya. Akhirnya setelah begitu lama menjalani hari hari yang penuh kesunyian, beruntunglah WALL-E karena para manusia mengirim sebuah robot penyidik bernama EVE untuk memonitor keadaan bumi saat ini. Pertemuan kedua robot berbeda bentuk ini ternyata memunculkan benih benih cinta diantara keduanya yang juga kerap ditimpali oleh interaksi interaksi lucu yang kembali cuma diwarnai oleh bunyi bunyi khas robot. Setelah begitu lama menjalani kesendirian di bumi, ternyata WALL-E lambat laun telah membentuk kepribadian dan perasaan layaknya manusia, dan dia mencoba menularkan perasaan ini kepada hati robot EVE. Selesai menjalankan misinya di bumi, EVE pun harus kembali kepada habitat manusia sekarang untuk melaporkan hasil penyidikannya. Namun, WALL-E yang sudah kadung sayang tak mau ditinggal begitu saja dan dengan sembunyi sembunyi berhasil membawa dirinya ikut bersama kapal yang ditumpangi EVE. Ketika tiba di habitat baru manusia, WALL-E menyadari sebuah fakta bahwa manusia saat ini sama sekali berbeda dengan para manusia yang sampahnya dia bersihkan. Ironisnya, sebuah robot kecil seperti dia malah lebih punya perasaan humanis dibanding manusia itu sendiri. Mencoba menyelamatkan keadaan, tugas WALL-E sekarang bukan hanya menularkan perasaan itu kepada EVE tapi juga mengembalikan perasaan cinta, kasih sayang dan kejujuran di hati manusia kembali.

Seperti karya karya emas Pixar lainnya, film ini juga mempunyai makna yang sangat dalam. Walau dibungkus dalam sebuah layaknya cerita cinta, tapi film ini juga menggambarkan sebuah pesan tentang bagaimana untuk tetap jujur kepada hatimu sendiri di tengah tengah keadaan yang kadang tidak bersahabat dan memaksa kita untuk mengingkari diri. Film ini juga berisi pesan moral tentang bagaimana kita dapat melindungi tempat kita tinggal ini yaitu bumi mulai dari satu hal kecil yang kita jalani sehari hari, tak peduli betapa segannya kadang kita untuk melakukannya. “WALL-E” sebagai sebuah film yang sangat minim dialog dan hanya menyampaikan maknanya lewat ekspresi dan simbol-simbol, namun gaungnya tetap tersampaikan dengan sangat baik, menampilkan betapa solid dan profesionalnya tim dibelakang layar animasi ini yang telah mempersiapkan film dengan ide unik ini dengan sangat matang. Sebagai sebuah hiburan yang sarat pesan moral dan kehidupan, “WALL-E” jelas jelas adalah sebuah tontonan yang sangat layak untuk direkomendasikan bagi seluruh anggota keluarga. (JC)


Read more: http://buayafilm.blogspot.com/2008/08/animasi-sepenuh-hati-wall-e.html#ixzz1723MFirN

Film Panda Kungfu




Pertama kali saya mendengar film ini, saya hanya mengira film kungfu panda hanyalah sebuah film animasi biasa saja seperti film-film animasi lainnya, hanya untuk hiburan dan suatu cerita animasi komedi.. Namun setelah kita simak film ini ternyata menyimpan suatu pesan moral yang bermakna tinggi.. disini saya ingin menceritakan sedikit mengenai kisah si panda gemuk yang bernama Po yang tidak putus asa walaupun ia sudah ditolak, dan diminta untuk mundur dari perguruan. Namun tanpa putus asa ia tetap berkeras untuk tinggal dan berlatih hingga akhirnya ia berhasil menjadi master kungfu. Mungkin teman-teman sudah menonton film ini juga, namun bagi yang belum menonton saya anjurkan untuk menontonnya selain untuk hiburan juga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini.. Saya ingin menceritakan sedikit tentang film ini.. Berikut kisahnya..
“Di suatu desa, tinggal seekor panda gemuk bernama PO, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya(bukan panda tapi burung bangau). Po memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu.  Pada suatu hari master Oogway pimpinan Istana Giok memutuskan mencari seorang pendekar kungfu  yang masih misteri dengan mengadakan suatu kompetisi. Dengan gigih walau dengan tubuh gemuk idan dengan membawa mie dagangannya, ia tetap berusaha pergi ke Istana Giok yang letaknya diatas gunung yang tinggi dengan aderetan anak tangga yang cukup menyulitkan bagi Po untuk tiba dikuil tersebut. Namun tak disangka, ternyata Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung pendekar macan yang ingin menjadi pendekar terhebat yang ingin menguasai kitab naga. Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari Film ini :

1. Kepercayaan Diri
Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah, namun ia yakin ia bisa menjadi pendekar KungFu. Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan giat berlatih, akhirnya Po berhasil menjadi Pendekar yang hebat. Berapa banyak orang yang menyerah dan akhirnya gagal mencapai impian-impian yang mungkin sudah ada didepan mata karena terhalang oleh pikiran negatif diri sendiri.  Seperti kata Master Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah).Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
3. Jangan melihat segala sesuatu dari luarnya saja, mungkin dibaliknya terdapat sesuatu yang luar biasa
Master ShiFu memandang Po tidak berbakat. Selain itu, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap dan merubah Po menjadi Pendekar Naga. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway bahwa Po sungguh-sungguh adalah Sang Pendekar Naga dan Shi Fu adalah satu-satunya guru yang mampu melatihnya. Intinya, hal yang paling harus kita ingat bahwa tidak boleh memberi “cap” bahwa anak atau orang ini tidak punya peluang atau tidak mungkin bisa menjadi orang yang berhasil. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan keyakinan, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.
3. Tiap Orang belajar dengan cara dan gayanya masing-masing.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid lainnya. Demikian juga dengan setiap orang. Kita harus tau bahwa ada banyak gaya belajar yang dimana setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Bila kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang tidak mengerti dan akhirnya gagal.
4. Menyayangi bukan berarti kita harus memanjakannya
Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul yang ia temukan dan ia asuh sejak bayi seperti anaknya sendiri. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan Nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita salah menilai seseorang karena dari luarnya saja tanpa kita mencoba mengenal lebih dalam. Kadang karena sudah sangat sayangnya kita kepada seseorang membuat kita menutup diri dari pendapat orang lain.

5. Memberikan Dukungan Moril
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Dengan dukungan membuat seseorang menjadi lebih bersemangat sehingga mendorong diri untuk bergerak melangkah maju menggapai impian-impian kita.