Kamis, 28 Oktober 2010

DIA ADALAH SAHABAT

dia..
yang selalu ada di setiap
kaki melangkah .
yang begitu setia di sisi
kala ku jatuh dan hilang asa .
dia..
sesosok makhluk yang tahan
mendengar kisahku .
kala angin membawa berita
buruk tentang diriku .
dia..
yang menanyakan kabar
saat aku berada jauh
dari dirinya .
dia..
yang meneteskan butiran
butiran air mata saat
melihatku terluka .

Dia adalah Sahabat
hati kedua dalam hidupku .
walau hanya sebuah kata
sederhana . namun tak
mudah untuk menemukannya
karena tak semua yang dekat
adalah sahabatt .
dan saat dia tak ada
selalu ada kerinduan dalam
hati untuk
bertemu dengan dirinya

Bangku kayu

Duduklah disini..
Bangku kayu tua ini sudah begitu setia menemaniku,
seumur hidupnya telah ia nyamankan
untuk mendengar semua ratapan-ratapan kisahku sebagai anak manusia..

Duduklah disini..
Urai semua gelisahmu, jangan satupun tersisa
agar tak ada yang mengganjal ketika kau tersenyum elok.

Dudulah disini..
Akan kutuang secangkir peradaban untukmu,
karna berawal dari sini, kita akan sama-sama menyusuri
perjalanan panjang
fajar menuju senja.

Duduklah disini..
Tak perlu lagi kau hiraukan
sebuah titik, koma, atau refrensi jeda kehidupan..
Sebab sekarang kau punya dua telingaku,
yang selalu akan mendengar celotehmu
atau menangislah di bahuku ketika takdir terasa menyekapmu di ruang senyap.

Duduklah disini..
Di bangku kayu tua ku ini..
Akan kulukis seluruh perjalananmu,
tentu dengan caraku
juga bahasaku..
Tak usah kau tanya tentang isinya;
nanti ketika senja akan kita baca sama-sama.

Mari duduk disini..
Ceritalah tentang apa saja
Agar alenia pertama mulai bisa ku tulis..

Rabu, 27 Oktober 2010

Sang Perindu

seperti namaku mengartikan sebuah kerinduan
dan hanya ada kata rindu dalam kamus hidupku
karna aku adalah seorang perindu

aku rindu
merindukan
rasa rindu
yang terindukan
oleh kerinduan
dalam rasa rinduku
kini kerinduanku
pada rasa rindu
kepada yang terindukan
telah menjadi kerinduan
yang sungguh merindukan
dalam kerinduanku dan
yang terindukan
hanya menjadi kerinduan
yang slalu kurindukan
dalam rasa rinduku
yang ada pada rasa rinduku
dimanapun
kapanpun
slamanya
rasa rindu ini
akan slalu ada
karna diriku
adalah
seorang perindu

sang perindu

YES, I CAN

YES, I CAN
If you think you are beaten, you are.
Ifyou think you are not, you don't.
Ifyou like to win, but think you can't.
It'salmost certain you won't.
If you think you'll lose, you're lost.
Forout in the world we find.
Success begins with a fellow's will.
It'sall the state of mind.
Ifyou think you are outclassed, you are.
You've got to think high to rise.
You'vegot to be sure of yourself before.
You can ever win a prize.
Life's battles don't always go.
Tothe stronger or faster man.
Butsooner or later, the person who wins.
Isthe one who thinks and say:
YES,I CAN.


Bumi Cinta

Dan tersebutkah seorang pemuda Indonesia bernama Muhammad Ayyas, seorang mahasiswa pasca sarjana di Delhi, India yang juga seorang santri. Muhammad Ayyas yang sebelumnya kuliah di Madinah ini berniat ingin mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya yaitu mengenai Kehidupan Umat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin.

Tibalah ia di Rusia dengan disambut oleh teman lamanya David. David inilah yang mencarikan apartemen tempat tinggal untuk Ayyas. Dengan alasan keterbatasan budget yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata David hanya bisa mendapatkan sebuah apartemen yang berbagi dengan orang lain. Parahnya teman seapartemennya itu adalah dua orang wanita Rusia yang jelita. Serangkaian masalah bagi Ayyas pun bermula dari sini.



Yelena seorang pelacur kelas atas dan Linor seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Apartemen yang memiliki 3 kamar ini mengharuskan Ayyas harus selalu berinteraksi dengan keduanya di ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. Sungguh ini merupakan godaan keimanan yang dahsyat bagi Ayyas yang mencoba menjaga kesucian dirinya sebagai muslim.

Godaan bagi Ayyas tidak hanya sampai di situ, dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama Anastasia, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.

Interaksi yang intens sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpati yang lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ketertarikan itu pun kian hari kian menguat. Di lain pihak Yelena tengah dilanda konflik dengan sang mucikari dan Linor sang agen Mossad tengah menyiapkan rencana jahat kepada Ayyas, yaitu menyiapkan rekayasa fitnah sebuah pengeboman yang diarahkan agar Ayyas sebagai pelakunya.

Tiga wanita inilah yang mendominasi jalannya kisah dalam Bumi Cinta. Tidak ada konflik yang sedemikian hebat dalam kisah ini sebagaimana kita temui pada sosok Fahri yang sempat masuk penjara di Mesir, atau tokoh Furqon yang sempat terkena virus HIV. Di sini tokoh Ayyas hanya "nyaris" dipenjara karena difitnah melakukan pengeboman di Hotel Metropole oleh Linor.

Kisah ini juga dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Nuansa romansa memang terasa sangat kental di sini. Tiap halaman akan kita jumpai gejolak perasaan Ayyas atas wanita-wanita jelita yang dijumpainya.

KEKURANGAN

Lagi-lagi Kang Abik menampilkan tokoh yang terlalu sempurna di sini. Muhammad Ayyas memang dikisahkan tidak tampan dan juga tidak jelek, namun ia sangatlah cerdas, saleh, tawadhu, memiliki kepekaan sosial yang luar biasa, sangat romantis dan sifat-sifat baik lainnya. Bahkan berkali-kali Ayyas digambarkan menangis akan hal-hal yang ia anggap merupakan dosa atau mendekati dosa.

Banyak terdapat dialog-dialog yang sangat panjang yang jika kita bayangkan dalam dunia nyata ini akan sangat tidak realistis. Kang Abik dalam hal ini kurang halus dalam menyusupkan nilai-nilai dakwah. Tidak seperti dalam Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, dialog-dialog bermuatan dakwah dalam novel ini ada kesan menggurui dan terlalu berpanjang-panjang.

Plot cerita terasa sangat datar. Ketika peristiwa pengeboman terjadi saya berharap ini menjadi klimaks cerita tentang kedzaliman yang harus dihadapi Ayyas, namun sayang ini sekali ini tidak kita jumpai. Tokoh Ayyas di sini tidak menghadapi konflik yang berarti alias bahagia-bahagia saja sepanjang cerita.

Mengapa yang terpikat kepada Ayyas seluruhnya merupakan wanita-wanita cantik? walau pun dengan ragam latar belakang yang berbeda tetap ini merupakan gangguan buat saya pribadi ketika membacanya.

KELEBIHAN

Sebagaimana novel sebelumnya, Bumi Cinta sarat degan muatan dakwah. Kisah romansa berbalut nilai dakwah ini disajikan dengan apik dan asyik untuk dinikmati. kang Abik juga menyelipkan kisah Sabra dan Sathila yang merupakan kisah pembantaian Zionis atas muslim Palestina.

Kang Abik menggambarkan kota Moskow dengan amat sangat detail, dari lokasi-lokasi strategis, gedung-gedung bersejarah, makanan khas Rusia, metro yang merupakan kebanggaan masyarakat Moskow, gaya hidup masyarakat di sana serta hal lainnya. Semua digambarkan dengan sangat jelas dan detail. Kutipan-kutipan bahasa Rusia juga benar-benar mampu menghanyutkan pembaca seakan benar-benar berada di negeri Rusia.

Akhir kisah yang menggantung, yaitu ketika Linor ditembak oleh agen Mossad setelah ia berhijrah ke Islam. Hingga halaman terakhir tidak diketahui apakah Linor ini akan mati atau selamat. Terus terang ini sangat membuat penasaran.

KEINDAHAN KOTA MOSKOW

Inilah beberapa foto beberapa lokasi yang menjadi latar belakang novel Bumi Cinta ini. Kita bisa membayangkan betapa indah dan cantiknya kota Moskow itu :)

Sheremetyevo Airport, bumi Rusia yang pertama dijejak Ayyas

Apartemen Kwartina, tempat tinggal Ayyas bersama Yelena dan Linor

MGU, Universitas kebanggaan masyarakat Moskow

KBRI di Moskow

Stasiun Metro Smoleskaya, lihat kemegahannya

Stasiun Metro Kievskaya, sebuah keanggunan yang berkelas

Stasiun Metro Komsomolskaya, ini stasiun atau istana ya?

Blue Mosque, satu dari 5 buah masjid di Moskow

Gereja St. Basil di Red Square (lapangan merah)

Hotel Metropole yang menjadi sasaran pemboman dalam novel ini

KESIMPULAN

Bumi Cinta sebagaimana novel Kang Abik sebelumnya memang menawarkan sebuah kisah romansa yang sangat indah dengan tetap dibalut nilai-nilai Islami. Novel ini mampu membangunkan jiwa-jiwa terlelap akan kelalaian mensyukuri nikmat Tuhan. Sangat layak dibaca dan dikoleksi :)

Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin

novel ini indah? (tentu saja); anda akan menangis membacanya? (otomatis); ini novel romantis yg sederhana, beda2 tipis-lah dgn kesaktian 'casablanca' --makanya, penulis itu dilarang bikin review sendiri atas novel2nya, hahaha--.. sayangnya, tereliye masih punya daftar novel yg nunggu giliran terbit.. akan buruk jika ada dua novel dgn pengarang "tere-liye" liris berbarengan... jd novel ini mungkin baru rilis Semester II 2009..

sy bocorkan saja jalan ceritanya.. sedikit saja..

+++

""Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih-sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekalipun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan itu. Tapi apa yang bisa kulakukan? Perasaan itu datang begitu saja..

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku ibu, perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua….

Dan sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, maka biarlah…. Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya…""

+++

""Dia adalah puteri kecil yg kuselematkan dari jalanan.. matanya tajam menjanjikan masa depan cemerlang.. hatinya baik, terpancar jelas saat ia membalut luka adiknya.. dan seluruh pengorbanan kanak-kanak demi ibunya yg sakit2an..

Dia adalah puteri kecil, yang tumbuh amat pintar, lengkap dengan pemahaman hidup yg baik.. namanya terukir di piala2 sekolah bahkan hingga di luar negeri sana.. dan ya Tuhan, yg tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, dia tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik jelita..

Aku sungguh tak layak mencintainya.. tak pantas menukar semua kebaikan yg kulakukan dengan cintanya.. dia tidak lebih, tidak kurang adik angkatku.. dan hingga kapanpun akan tetap jadi adik angkatku yg periang.. aku sungguh tidak layak mencintainya... maka biarlah kubakar seluruh perasaan.. biarlah seperti daun yang jatuh.. biarlah seperti daun yg jatuh, yg tidak akan pernah membenci angin meski terenggutkan dari tangkainya...

Senin, 11 Oktober 2010

cara mempercantik dan menghias BLOG

Blog kita akan terasa lebih cantik apabila di isi dengan berbagai hiasan seperti jam, buku tamu, yahoo emotion, tukaran link, beberapa logo, dan juga lain2 sebagainya. sebetulnya hiasan ini bisa kita dapatkan dengan cara mudah karena hiasan ini sebetulnya free, jadi apabila anda melihat blog yang ada hiasan seperti jam atau lain2 anda tinggal menklik saja hiasan itu maka kita akan dibawa ke web penyedia hiasan itu. tapi sebelum kita mengambil hiasan itu sudah pasti terlebih dahulu kita harus melakukan registrasi.
Untuk masalah hiasan saya akan memberikan beberapa contoh saja. karena saya yakin yang lainnya anda pasti akan bisa setelah mempelajari dikit demi sedikit tentang kode HTML yang ada dari hiasan itu.

Memberikan Hiasan Jam pada Blog kita. caranya adalah
:
  1. Silahkan klik link berikut –> http://www.clocklink.com
  2. Jika sudah berada pada situs tersebut, pilih menu Gallery pada sebelah kiri homepage clocklink (atau klik world clock untuk hiasan jam dengan tampilan peta dunia).
  3. Pada menu Gallery silahkan anda melihat-lihat dulu model dari jam yang tersedia, yaitu mulai dari Analog, Animal, Animation, dll
  4. Jika di rasa sudah menemukan model jam yang anda sukai, klik tulisan View HTML tag yang berada di bawah jam yang anda sukai tadi
  5. Klik tombol yang bertuliskan Accept
  6. Pilih waktu yang sesuai dengan tempat anda di samping tulisan TimeZone. Contoh : untuk indonesia bagian barat pilih GMT +7:00
  7. Set ukuran jam yang anda sukai di samping tulisan size
  8. Copy kode HTML yang di berikan pada notepad
  9. Paste kode HTML yang di copy tadi pada tempat yang anda inginkan
  10. Selesai
Memasang Buku Tamu pada Blog :
  1. Daftar terlebih dahulu di www.shoutmix.com
  2. Setelah daftar pada kolom yang berjudul style, klik menu appearance
  3. Silahkan klik menu pulldown di samping tulisan Load From Preset untuk mengatur tampilan buku tamu anda, silahkan pilih yang sesuai dengan keinginan anda. Jika sudah selesai klik Save Setting.
  4. Untuk mendapatkan kode HTML dari shoutbox anda, silahkan klik Use Shoutbox yang berada di bawah menu Quick Start
  5. Klik tulisan Place Shoutbox on web page. Isi lebar dan tinggi shoutbox yang di inginkan
  6. Copy seluruh kode HTML yang ada pada text area yang berada di bawah tulisan Generated Codes, lalu simpan di program Notepad anda
  7. Klik Log out yang berada di atas layar anda untuk keluar dari halaman shoutmix anda. Silahkan close situs tersebut.
  8. Selesai
Untuk menempatkan kode HTML shoutbox tadi pada blog anda, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini.
Untuk blogger dengan template klasik :
  • Log in terlebih dahulu ke blogger.com dengan id anda
  • Klik menu Template
  • Klik Edit HTML
  • Paste kode HTML shoutbox anda yang telah di copy pada notepad tadi di tempat yang anda inginkan
  • Untuk jelasnya saya ambil contoh dengan shoubox milik saya, untuk menempatkannya tinggal klik Edit pada browser lalu pilih Find (on this page).. trus tuliskan kata buku tamu lalu klik find, maka kita akan langsung di bawa ke tulisan tersebut. Jika sudah ketemu tulisan tadi silahkan paste kode HTML shoutbox nya.
  • Klik tombol Preview untuk melihat perubahan yang kita buat.
  • Jika sudah cocok dengan perubahan tadi, klik Save Template Changes
  • Selesai
Sedikit Clue, agar shoutbox anda sesuai dengan ukuran lebar sidebar , anda bisa merubah ukuran lebar ataupun tinggi dari shoutbox , caranya anda tinggal merubah angka Width (untuk lebar) dan Height (untuk tinggi) dari dalam kode HTML shoutbox tersebut.
Untuk Blogger baru :
  • Silahkan Login dengan id anda
  • Klik menu Layout
  • Klik Page Element
  • Klik Add a Page Element
  • Klik tombol Add to Blog yang berada di bawah tulisan HTML/JavaScript
  • Tuliskan judul shoutbox anda pada form title. Contoh : Buku tamu ku, atau my guestbook atau apa saja yang anda suka
  • Copy paste kode HTML shoutbox anda di dalam form Content
  • Klik tombol Save Changes
  • Drag & Drop element yang telah anda buat tadi di tempat yang di sukai
  • Tekan tombol Save
  • Selesai
Selamat mencoba !
Sebagai tambahan, guestbook yang sering dipakai para blogger lainnya :
Untuk langkah-langkahnya hampir sama dengan langkah diatas.
Pasang Statistik atau Tracker
  1. Silahkan klik di sini untuk menuju menuju situs http://www.sitemeter.com
  2. klik tulisan Sign Up untuk melakukan pendaftaran
  3. klik tombol bertuliskan Next
  4. Klik tombol Next lagi
  5. Isi semua tabel yang ada lalu klik tombol Next lagi
  6. Isi lagi tabel yang ada, lalu klik tombol Next lagi
  7. klik tombol Next lagi
  8. klik tombol Next lagi ( cape dech next..next melulu )
  9. Setelah ada keterangan proses sign up selesai, anda harus melakukan veryfikasi, silahkan buka email yg anda berikan
  10. Buka email yang datang dari sitemeter.com, di dalamnya ada username dan password anda untuk login ke sitemeter.com
  11. Silahkan login dengan id anda
  12. Bila sudah login, Klik menu Manager
  13. Klik Menu Meter Style untuk memilih gaya dari site meter anda
  14. Pilih style yang anda sukai, kemudian klik tombol Select
  15. Klik menu HTML Code
  16. Klik tulisan Adding site Meter to a Blogger.com Site
  17. copy semua kode HTML yang di berikan lalu paste pada Notepad
  18. Klik menu Logout untuk keluar dari situs tersebut
  19. Selesai, tinggal memasukan kode yang kita dapat ke dalam blog kita
Sekarang tugas kita adalah memasukan kode yang sudah kita dapat ke dalam blog, ikuti langkah- langkah berikut :
khusus blog dengan template klasik :
  1. Sign in di blogger dengan id anda
  2. Klik menu TEMPLATE
  3. Klik Edit HTML
  4. Klik Edit (yang ada pada bar menu browser anda)
  5. Klik Find (on this page)… –> untuk mempercepat pencarian
  6. Tuliskan kata dimana anda ingin tempatkan, contoh di blog saya adalah blogger (karena dekat dengan tombol blogger) klik Find
  7. Copy & paste kode yang telah di simpan di notepad tadi, lalu klik tombol Preview untuk melihat perubahan yang terjadi
  8. Jika sudah cocok dengan perubahan tadi, Klik Save Template Changes. Selesai
Sedikit tambahan, bila anda ingin site meter posisinya berada di tengah-tengah, tinggal tambah kode
…kode site meter…
Untuk blog dengan Template baru :
  1. Login di blogger dengan ID anda
  2. Klik menu Layout
  3. Klik Page Elements
  4. Klik Add a Page Element
  5. Klik ADD TO BLOG pada menu HTML/JavaScript
  6. Tulis Judul site meter anda pada pada isian di sebelah form Title (bila ingin ada keterangan. kalau tidak, ya kosongkan saja)
  7. Copy & paste kode Site meter pada kolom Content
  8. Klik tombol Save Changes
  9. Klik Element yang baru anda buat tadi, tahan lalu pindahkan ke tempat yang anda inginkan ( di drag & drop)
  10. Klik tombol PREVIEW untuk melihat perubahan yang baru di lakukan
  11. Bila sudah cocok dengan perubahan tadi, klik tombol SAVE
  12. Selesai
Demikian beberapa contoh dari hiasan blog saya yakin teman2 pasti bisa membuatnya dan menjadikan blog teman2 lebih indah apabila ada informasi yang kurang dari blog saya silahkan cek langsung ke sumber informasinya yaitu

  • Buku Tamu
    Bukutamu blog disebut juga dg shoutbox atau tagboard. Sama dengan bukutamu website, tapi bentuknya lebih sederhana. Banyak situs penyedia bukutamu blog gratis yg bisa Anda cari di google dg kata kunci shoutbox atau tagboard. http://shoutmix.comtermasuk penyedia buku tamu blog yg disukai yg servernya cukup stabil.atau Bisa juga di www.Smartgb.com Caranya:
    (a) Daftar di alamat di atas, ikuti semua perintahnya; (b) Setelah selesai, log-in dg id dan password yg sudah terdaftar; (c) Klik menu “Code Generator”; (d) Pilih Full-frame shoutbox; (e) Klik “Generate the Code”; (f) Copy kode HTML yg ada, dan masukkan ke template blog Anda di bagian Sidebar; (g) Klik SAVE SETTING & REPUBLISH. Selesai.
  • Statistic dan Tracker
    Berfungsi untuk mengetahui berapa pengunjung yg datang setiap harinya, setiap minggu, dan bulan dan dari negara mana saja. Selain itu, ia memberi tahu kita lewat mana pengunjung itu datang: lewat pencarian di google atau via blog/situs lain yg memasang link blog kita. Statistic/tracker gratis yg paling terkenal ada dua Sitemeter dan Extreme Tracking. Klik link berikut untuk mendaftar:
(a)http://www.sitemeter.com/?a=newaccount(b) http://www.extreme- dm.com/tracking/?reg Setelah daftar, login dan masukkan kode HTML-nya di blog Anda.

  • Kamus Online
    Kalau blog Anda berbahasa Inggris, Anda bisa memasang Kamus Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia di blog Anda supaya pengunjung Indonesia yg lagi belajar bahasa Inggris bisa betah nongkrong. Kode HTML-nya bisa diambil di http://kamus.net
  • Jadwal Shalat
    Bagi blogger Muslim, www.islamicfinder.org menyediakan jadwal shalat lima waktu yg bisa ditempel di blog. Anda bisa pilih berdasarkan kota dan negara. Silahkan ambil kodenya di link berikut: http://www.islamicfinder.org/index.php?inl_language

  • Peta Kampung Kita
    Bagi yg ingin melihat nama dan peta kampung kelahiran nempel di blog, silahkan daftar di http://feedmap.net atau bisa juga lihat digoogle earth Caranya,
    (a) masuk ke
    http://feedmap.net; (b) Klik “Explore Blog”, akan muncul peta dunia; (c) Pilih negara Indonesia dg cara klik kanan secara terus menerus mouse komputer Anda dan geser/putar peta dunia tsb. ke kanan/kiri sampai ketemu peta Indonesia. (d) Setelah peta Indonesia ditemukan, perbesar fokus peta dg cara mengklik 2x secara berulang-ulang; (e) Pilih kawasan atau propinsi yg paling dekat dg kampung kelahiran Anda, dan perbesar fokus peta dg mengklik berkali-kali sampai tidak dapat diperbesar lagi; (f) Setelah nama kampung kelahiran atau kota terdekat dari kampung kita tampak, arahkan panah mouse ke kota tsb dan klik kanan mouse; (g) Akan tampil menu “Add Blog”, klik menu ini; (h) Akan muncul kotak, isi alamat blog Anda. Contoh,http://silverains.blogspot.com (jangan lupa pake awalan http://; (i) Klik submit; (j) Apabila berhasil, maka akan muncul tulisan: Thank You! Di bawahnya ada tiga kotak yg berisi kode html untuk BLOGMAP, NEIGHBLOGMAP BUTTON, dan LOCAL BLOGROLL. Copy ketiga kode HTML tsb. dan paste di sidebar blog Anda; (k) Selesai.

Minggu, 10 Oktober 2010

sinopsis cinderella step sister episode 20

Eun-jo dan Ki-hoon akhirnya berciuman dan mereka melangkah ke masa depan. Eun-jo dengan mengangumkan menggambar rumah kecil mereka di tengah hutan. Dia bergumam kalau Hyo-sun menikah, mereka harus membawa Kang-sook ke rumah kecil itu sebab Eun-jo pasti merindukan seseorang untuk diajak bertengkar.

Ki-hoon terlihat termenung dan Eun-jo memperhatikan hal ini. Eun-jo tahu kalau saat ini Ki-hoon hanya bisa memikirkan ayahnya. Ki-hoon berkata kalau gambar dan perjalanan ke masa depan kebahagiaan itu sangat menolong dan bahwa, Eun-jo tidak boleh mengubah lagunya nanti atau kapanpun. Ki-hoon juga mengatakan kalau hal yang akan dia tahan sebelumnya kelihatannya tidak tertahankan, tapi sekarang tidak satu pun jadi masalah. Mereka lalu pergi untuk mengatakan yang sebenarnya pada Hyo-sun.

Di gudang anggur, ibu memberikan hadiah pada para pekerja karena pekerjaan mereka sudah selesai dengan baik. Dia berjanji kalau akan ada lebih banyak hadiah lagi selama mereka bekerja dengan setia di masa yang akan datang. Ibu meminta untuk bertemu dengan paman Hyo-sun dan ketika paman berdehem ketakutan, Hyo-sun menjamin dan menyuruhnya masuk.

Wajah Hyo-sun bersinar ketika Ki-hoon dan Eun-jo tiba tapi Ki-hoon dihalangi lagi oleh kedatangan para penyidik yang membawanya pergi. Para penyidik mengatakan kalau mereka menemukan buku bank Hong Ju atas nama Ki-hoon. Ki-hoon berkata kalau semuanya akan baik2 saja dan menyuruh Eun-jo untuk mengatakan semuanya pada Hyo-sun. Ki-hoon dibawa oleh pria dengan baju hitam ketika Eun-jo dan Hyo-sun melihat dengan ketakutan. Eun-jo mengejar mobil itu dan meminta mereka untuk berhenti jadi dia bisa mengatakan sesuatu tapi mereka terus berkendara.

Kang-sook mengajak paman bicara dimana Kang-sook mengatakan dengan terang2an kalau mereka berdua memang tidak ingin saling bertemu. Tapi mengusir paman akan menyulut kemarahan Hyo-sun begitu pula para tetua. Jadi ibu mengungkapkan sebuah solusi: ibu akan menikahkan paman dan dia bahkan telah mempersiapkan paman secara financial serta mendapatkan gadis yang prospektif. Kang-sook menunjukkan foto gadis itu dan paman langsung jatuh cinta.
Sedangkan, Eun-jo telah memberitahu Hyo-sun rahasia gelap Ki-hoon. Hyo-sun tidak percaya pada awalnya dan berpikir kalau Eun-jo mengarang ini semua untuk membalas dendam karena surat itu. Hyo-sun memutuskan kalau Eun-jo adalah orang jahat dengan mengatakan kalau Eun-jo tidak bisa membuat menderita gadis seperti dia sekarang dan bahwa, dia kecewa karena sudah mencoba berpegang pada Eun-jo selama 8 tahun belakangan ini.

Hyo-sun: Sejak kau muncul, apa kau tahu bagaimana hidupku telah berubah? Pandangan ayah mulai berpindah padamu dan secara tetap mendarat disana. Aku harus membagi ayahku. Lalu, tanpa sepengetahuanku, aku tidak bisa melihatnya lagi. Aku tahu kalau kasih sayang ibu adalah palsu dan aku mendapati kalau ibu telah mengkhianati ayah. Dan aku harus menangis karena aku adalah gadis menyedihkan yang tidak bisa membiarkannya pergi. Karena aku hanyalah anak tiri… Aku harus bahagia hanya dianggap anak tiri. Tapi sekarang… Kak Ki-hoon?
Hyo-sun mengenang semua kenangan manis dengan Ki-hoon. Hyo-sun jatuh dan Eun-jo segera bergerak ke dekat Hyo-sun. Hyo-sun sama sekali tidak ingin ditenangkan oleh Eun-jo, tapi Eun-jo memeluk Hyo-sun dan memegangnya dengan manis seperti kakak ketika Hyo-sun menangis.

Eun-jo merawat lutut Hyo-sun lalu mereka duduk menyebelah. Eun-jo berkata kalau dia masih punya banyak hal untuk dikatakan dan bahwa ketika dia bertanya-tanya apakah itu hal yang baik untuk dilakukan, dia berpikir kalau yang terbaik adalah terluka sekalian. Eun-jo berkata, “Aku… dan orang itu…” Tapi Hyo-sun tidak membiarkan Eun-jo menyelesaikan kata2nya.
Hyo-sun berkata kalau dia merasa bersedih untuk Ki-hoon dan bahwa dia ingin memeluknya. Hyo-sun berkata pada Eun-jo kalau ayah ingin menjaga Ki-hoon dan dia bertanya-tanya kalau Ki-hoon tidak pergi selama 8 tahun, dia mungkin tidak terlalu terluka. Hyo-sun bertanya-tanya jika dia meminta untuk mengembalikan Ki-hoon, maka Ki-hoon akan membiarkannya. Hyo-sun meminta Eun-jo untuk mengatakan pada Ki-hoon untuk tidak kabur.
Eun-jo berpikir sendiri: “Pada akhirnya, apakah cerita dongeng cocok denganku? Dunia dongeng yang indah dan manis… apakah itu sesuatu yang aku tidak diijinkan untuk dipunyai? Aku tidak mencoba untuk menaklukkan jagat raya. Aku tidak mencoba untuk menyelamatkan planet ini. Bahkan tidak mencoba untuk menyelamatkan negara ini…”
Ki-hoon tetap tenang selama pemeriksaan, dan menjawab dengan jujur kalau dia bahkan tidak pernah memikirkan kalau rekening seperti itu bisa ada dan bahwa dia sama sekali tidak tahu kalau miliaran uang disalurkan melaluinya. Eun-jo melanjutkan perkataannya, “Aku bahkan belum mampu memanggilnya dengan namanya. Jadi aku hanya meminta untuk hidup untuk memanggil namanya. Apakah itu sesuatu yang tidak bisa?”

Jung-woo mengemasi barang2nya dan bermain baseball untuk yang terakhir kalinya dengan Jun-su. Jung-woo melempar bolanya dengan keras hingga bola itu menghilang dengan matahari. Kemudian, Jung-woo melempar tongkat baseball-nya ke sungai saat dia melepaskan cintanya.
Ki-hoon bertemu dengan ayahnya. Dia mengatakan kalau dia ingin agar mereka hidup bersama, yang membuat ayahnya menangis. Ki-hoon berkata kalau sudah berkali-kali dia menginginkan ayah hanya menjadi ayah untuknya, tidak lebih. Ki-hoon berkata dia tahu bahwa meminta ayahnya untuk berkata jujur adalah mungkin memenjarakannya yang hanya Tuhan yang tahu sampai berapa lama.
Ki-hoon: “Aku akan menunggumu. Bersama dengan seorang gadis cantik, kami akan mendapatkan sebuah rumah untuk kau tinggali dan kami akan menunggumu. Gadis itu berjanji untuk melakukan itu. Selain aku… jangan berpegang pada yang lain, ayah.” Dan Ki-hoon menang dengan mudah. Dia memegang tangan ayahnya ketika kedua pria itu menangis. Ayah akhirnya jujur untuk pertama kalinya dan meletakkan tangannya di tangan Ki-hoon, bahagia pada kasih sayang Ki-hoon.
Eun-jo gelisah menunggu pesan dari Ki-hoon. Hyo-sun masuk untuk memberitahu kalau para tetua memutuskan untuk menjual saham mereka ke Hong Ju, yang tidak mengejutkan Eun-jo sebab dia tahu nilainya. Tapi dia tidak memberitahu Hyo-sun kenapa. Hyo-sun ingin memberitahu Ki-hoon jadi dia memberitahu Eun-jo untuk pergi ke Seoul bersamanya dan mencoba menemui Ki-hoon disana. Eun-jo mulai memberitahu Ki-hoon tapi dia menghentikannya.
Eun-jo berpikir sendiri, “Aku ingin mengatakan, bagaimana kalau seandainya aku hanya memikirkan diriku sendiri? Jika aku hanya melakukan seperti yang aku inginkan, apa yang akan kau lakukan? Tapi anak ini, yang berkata kalau aku mencuri segalanya darinya, yang berkata dia tidak punya apapaun yang tertinggal, aku tidak bisa membuka mulutku di depannya.” Eun-jo setuju pergi yang membuat Hyo-sun tersenyum.

Eun-jo pergi keluar dan paman Hyo-sun menyerahkan sepucuk surat padanya dari Jung-woo. Surat Jung-woo: “Tidak peduli dimanapun aku berada, tidak peduli dimanapun kau berada, satu2nya wanita dalam hatiku adalah kau. Tidak peduli apapun yang kau lakukan, aku akan selalu mencarimu. Jika kau memerlukanku, aku akan datang. Ingatlah itu.”
Eun-jo berlari sambil bergumam, “Jung-woo ya!” Eun-jo berlari ke stasiun bus sambil memanggil Jung-woo dan ketika Jung-woo melihat Eun-jo datang, dia menghampiri noona-nya. Eun-jo bertanya kemana Jung-woo akan pergi, apakah dia punya tempat tujuan. Jung-woo menjamin kalau dia punya banyak tempat untuk dituju. Eun-jo meminta Jung-woo untuk bersikap kejam dan menarik tangan Jung-woo. Eun-jo begitu mungil hingga Jung-woo dengan mudah memeluknya. Jung-woo berkata, “Aku ingin memelukmu seperti ini, sekali saja. Jika aku melepaskanmu sekarang, kau akan memukulku, kan?”

Jung-woo berkata semuanya akan baik2 saja, dia hanya akan dipukul sebelum dia pergi. Jung-woo memberikan jaminan pada Eun-jo kalau dia tidak akan kelaparan, jadi Eun-jo tidak perlu mengkhawatirkannya. Jung-woo: “Jika kau tidak hidup dengan baik, aku akan langsung tahu. Jika kau pikir kau mungkin memerlukanku, aku akan langsung tahu. Jika kau tidak ingin aku datang, hiduplah dengan baik.”
Eun-jo mencoba dengan mengatakan kalau Jung-woo tidak bisa pergi di saat dia belum melakukan apa2 untuk Jung-woo. Eun-jo memohon agar Jung-woo menunggu tapi Jung-woo sudah berkeras kalau dia harus pergi. Jung-woo tersenyum dan berkata, “Tidak peduli kemanapun kau pergi, aku akan bersamamu. Kau tahu itu, kan?” Jung-woo naik bus dan memberikan Eun-jo senyuman terakhirnya.
Kepergian Jung-woo membuat Eun-jo memikirkan sesuatu. Eun-jo berpikir kalau pergi lebih mudah dari yang dia pikirkan sebelumnya – kau hanya pergi melakukannya seperti itu, mudah dengan sebuah senyuman seperti Jung-woo. Eun-jo masuk ke kamarnya dan mengeluarkan ransel tuanya sambil mengingat kata2 Dae-sung kalau dia boleh bergantung padanya. Ki-hoon menelpon dalam perjalannya pulang ke rumah. Dia mengatakan kalau dia akan mencari Eun-jo dan bahwa dia merindukan Eun-jo dan bahwa dia melakukan yang terbaik, dengan memikirkan Eun-jo. Eun-jo menangis ketika mengatakan pada Ki-hoon kalau dia melakukan yang terbaik. Ki-hoon: “Eun-jo ya, aku lapar. Aku akan datang padamu… pada gadis jahatku.”

Eun-jo mengemasi barang2nya dan pergi. Ki-hoon kembali dan menemukan sebuah surat: “Tolong jaga Hyo-sun.” dan Eun-jo pun telah pergi. Hyo-sun terguncang mendengar berita ini, “Kakak meninggalkanku dan pergi.” Ki-hoon memohon pada ibu untuk memberitahunya kemana Eun-jo pergi. Tapi ibu menolak memberitahu dengan berbohong dan mengatakan kalau dia tidak tahu kemana Eun-jo pergi.
Beberapa bulan lewat dan perusahaan anggur berjalan dengan baik. Paman Hyo-sun masih disana. Hyo-sun mendapat pesan dari seorang temannya kalau seseorang tahu Gu Eun-jo di sebuah lab, jadi Hyo-sun bergegas untuk memeriksanya. Hyo-sun bertanya apakah kali ini memang sungguhan. Mobil Ki-hoon terparkir di luar yang menaikkan harapan Hyo-sun, tapi ternyata Gu Eun-jo yang ini adalah seorang pria jadi mereka pulang dengan kecewa.

Di luar, Hyo-sun bertanya apakah Ki-hoon dan Eun-jo berjanji sebelum Eun-jo pergi. Ki-hoon mengiyakan dan Hyo-sun mulai menepis tangan Ki-hoon. Hyo-sun bertanya kenapa Ki-hoon tidak mengatakannya sebelumnya ketika dia berkata kalau mereka memulai dari awal lagi. Ki-hoon menjawab kalau dia perlu waktu untuk berpikir, sebab Eun-jo memintanya untuk menjaga Hyo-sun di dalam suratnya dan Ki-hoon tidak tahu apa maksudnya itu. Ki-hoon berpikir kalau sampai Eun-jo kembali, dia akan menjaga Hyo-sun. Hyo-sun akhirnya mengerti sekarang. Dia meminta Ki-hoon untuk berhenti dan sebaiknya mereka bergabung untuk mencari Eun-jo.

Ketika Ki-hoon beranjak pergi, Hyo-sun mengatakan kalau sekarang Ki-hoon yang ditolak olehnya dan Hyo-sun terlihat sedikit membaik. Hyo-sun bertanya, dengan air mata mengalir, kalau ketika Eun-jo kembali, apakah Ki-hoon mau pergi untuk beberapa saat. Dengan cara seperti itu, ketika Ki-hoon kembali, dia akan bisa menganggap Ki-hoon sebagai kakak iparnya. Ki-hoon mengiyakan. Hyo-sun mulai menangis ketika dia berkata kalau dia merindukan Eun-jo.
Ternyata pria itu memang bukan Eun-jo tapi teman kantor Eun-jo yang dia minta untuk berbohong untuknya. Ki-hoon kebetulan mendengar pria itu di jalan dan mendengarkannya memperkenalkan diri dengan nama aslinya melalui telpon. Itu membuat Ki-hoon berhenti tapi Ki-hoon tidak memikirkan hal lain lagi.
Hyo-sun kemudian menelpon Ki-hoon dan mengatakan kalau dia membaca sebuah artikel di majalah tentang ragi, yang tidak mencantumkan nama Eun-jo tapi kelihatannya dia yang menulisnya. Nama tempat penelitiannya sama dengan nama lab yang mereka datangi sebelumnya. Ini membuat Ki-hoon teringat pada pria yang memakai nama aslinya dan dia pun bergegas.

Eun-jo pulang kerja dan ketika dia keluar, Ki-hoon berdiri di seberang jalan memandangi Eun-jo. Ki-hoon terlihat marah. Eun-jo melarikan diri dan Ki-hoon mengejarnya sambil memanggil namanya. Eun-jo tetap berlari dan membuat Ki-hoon memutuskan untuk menyeberangi jalan di tengah keramaian jalan raya. Suara klakson terdengar dan rem berdecit ketika Eun-jo berbalik dengan pelan. Dia berjalan seperti zombie ke tengah lengkingan suara klakson tapi Ki-hoon muncul dan meletakkan tangannya di pundak Eun-jo untuk menghentikannya. Dia mengambil tangan Eun-jo dan menuntunnya ke sebuah tempat.

Ki-hoon berteriak pada Eun-jo pada kebodohannya. Eun-jo hanya bertanya, “Nomer empat… apa itu? Dalam ‘Hal untuk diberitahu MMM’… Apa itu nomer empat?” Ki-hoon bertanya, “Apa kau ingin mendengarnya?” Eun-jo: “Aku mungkin tidak pernah bisa mendengarnya dan kau bisa saja mati!” Ki-hoon: “Aku mencintaimu. Kau gadis jahat. Aku mencintaimu.” Eun-jo memeluk Ki-hoon dan mereka pun berciuman. Eun-jo bertanya apa kepanjangan MMM dan Ki-hoon menjawab, “Mi malo muchacha. Gadis jahat-ku.”

Beberapa bulan kemudian, seluruh keluarga mengambil penghargaan untuk perusahaan anggur dan Ki-hoon muncul sebab dia telah pergi sebelumnya seperti permintaan Hyo-sun. Eun-jo dan Hyo-sun pergi ke kantor Dae-sung dan mempersembahkan penghargaan dan bunga untuk ayah. Hyo-sun berbalik pada Eun-jo: “Bukankah ada hal yang ingin kau akui, di hadapan ayah? Apakah kau tidak tahu apa yang aku maksud? Aku… merindukanmu.” Dia melihat kakakanya dan Eun-jo berkata, “Aku… juga merindukanmu.”

Hyo-sun dengan lembut mengambil tangan Eun-jo dengan foto Dae-sung sebagai latar belakangnya. Mereka berpelukan sebab akhirnya bisa saling menyayangi sebagai saudara. Dae-sung muncul diantara mereka yang membuat mereka semakin merasakan kehadirannya.
The End.

sinopsis cinderella step sister episode 19

Setelah dibebaskan dari genggaman kakaknya, Ki-hoon berkendara dengan mood yang sangat bagus hingga dia tidak bisa berhenti tersenyum. Meskipun begitu, Eun-jo tidak merasakan semangat Ki-hoon itu dan lebih peduli pada keadaan Ki-hoon – Ki-hoon lapar sebab dia tidak makan apa2 selama diculik. Ketika mereka berhenti di tengah hutan, Ki-hoon mengisyaratkan agar Eun-jo mendekat untuk mengobrol. Eun-jo malah pergi untuk mencari makanan.

Tidak ada rumah makan di sekitar sana jadi Eun-jo mendekati seorang penjaga toko yang sudah tua lalu meminta disiapkan bubur. Saat Ki-hoon makan, dia mengatakan pada Eun-jo kalau dia tahu apa yang Eun-jo pikirkan tapi untuk 80 menit ke depan, itu tidak jadi soal sebab dia akan bersikap kalau sekarang adalah 8 tahun yang lalu, seperti Ki-hoon tidak pernah naik kereta itu dan mereka berpisah. Ki-hoon akan menganggap 10 menit sebagai 1 tahun yang dimulai dengan tahun 2002.

Setelah itu, Ki-hoon mulai dengan bicara pada Eun-jo seolah-olah dia masih guru matematika Eun-jo dan memberikannya tugas karena melewatkan sebuah permasalahan yang sudah Ki-hoon tunjukkan pada Eun-jo bagaimana memecahkannya. Eun-jo tersenyum melihat kekonyolan Ki-hoon dan mengijinkan Ki-hoon terus dengan cara ikut dalam permainan ini dan memperlakukan Ki-hoon seperti dulu waktu dia menjadi guru les-nya.
Ketika sekmen 10 menit berlanjut ke sekmen yang selanjutnya, Eun-jo berubah dari anak SMA ke anak kuliahan di kampus Ki-hoon. Mereka terus berkencan dan Ki-hoon mengatakan ketidaksenangannya tentang anak laki2 yang berada di sekitar Eun-jo di kampus.

Sebuah perjalanan naik sepeda memberikan kesempatan pada keduanya untuk membayangkan kalau mereka sedang berkencan dan sekarang kita sudah melewati empat tahun: Ki-hoon melanjutkan ke jenjang yang selanjutnya sebab dia enggan untuk terjun langsung ke tempat kerja dan meninggalkan Eun-jo serta khawatir dia akan mengencani pria lain. Ki-hoon memarahi Eun-jo soal nilai2 Eun-jo saat Eun-jo merebahkan kepalanya di punggung Ki-hoon.
Sekmen 10 menit lewat lagi dan sekarang Ki-hoon mempermasalahkan Eun-jo yang ingin belajar keluar negeri dan menawarkan untuk mengajarinya bahasa inggris malahan. Pada 2008 bayangan mereka ketika Eun-jo lulus dari universitas, hubungan mereka tetap kuat dengan tidak ada tanda2 perpecahan.

Akhirnya, saat mereka berjalan ke mobil, Ki-hoon bicara soal pernikahan. Dia menjamin Eun-jo kalau dia punya segalanya untuk membuat Eun-jo bahagia – pintar, tampan, dan humoris. Ki-hoon tidak punya uang tapi dia akan belajar mencari uang mulai dari sekarang. Dan Ki-hoon ingin hidup dengan ayahnya dalam skenario ini karena ayah dipecat dari pekerjaannya di perusahaan.
Ki-hoon membicarakan ini dengan cara yang biasa. Eun-jo jadi berpikir sendiri kalau Ki-hoon yang ini tidak pernah menyakitinya, tidak punya rasa bersalah, dan untuk itu bisa bebas melakukan lamaran untuk menikah. Eun-jo memutuskan untuk membuat Ki-hoon menunggu jawaban darinya, hanya untuk membuat Ki-hoon menderita sedikit. Eun-jo mengatakan pada Ki-hoon untuk mencari uang dulu sebelum dia mempertimbangkan untuk mengiyakan.
Akan tetapi, saat waktu 80 menit mereka semakin dekat, senyum menghilang dari wajah Ki-hoon. Eun-jo kembali ke toko untuk berterima kasih pada nenek karena sudah membantu. Dan ketika dia kembali, Ki-hoon dan mobilnya sudah hilang. Ki-hoon meninggalkannya. Dia menelpon Eun-jo untuk mengatakan kalau dia akan mengantarkan bukti itu ke Hong Ju untuk menyelamatkan perusahaan. Dia melakukan ini sebab dia tahu Eun-jo akan protes. Eun-jo berusaha mencegah Ki-hoon tapi dia merasa semua ini merupakan keharusan.

Ada berita yang lebih mengerikan: Hyo-sun menelpon dengan panic sebab Jun-su menghilang. Jun-su tidak di sekolah saat Hyo-sun pergi menjemputnya. Dia juga tidak di rumah dan sudah dicari Hyo-sun ke sekeliling rumah. Dan tidak ada satu pun teman Jun-su yang tahu dimana Jun-su berada.
Jung-woo, paman Hyo-sun dan para ajumma berpencar menjelajahi perumahan itu untuk mencari Jun-su sedangkan Hyo-sun menahan rasa takutnya lalu menelpon Kang-sook untuk memberiathukannya hal ini. Eun-jo pulang ke rumah dengan taksi dan sangat mengkhawatirkan adiknya. Dia juga berpikir kalau dongengnya berakhir pada jam 5.20.

Kang-sook mendekati anak temannya yang menangis di halaman. Gadis itu benci melihat bagaimana ibunya bercumbu dan bertengkar tiap hari dengan pria2 itu. Kang-sook mengatakan pada gadis itu kalau ibunya melakukan itu bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk memberi makan anaknya. Kalimat ini tidak menenangkan gadis itu dan dia terus menangis. Kang-sook lalu bertanya, “Apa itu benar2 membuatmu kesal?” Ketika gadis itu mengangguk, Kang-sook memberikan pelukannya dan meminta maaf: “Bagaimana mungkin aku tahu kalau ini akan begitu menyakitkan untuk anak kecil?”

Dalam perjalanan ke kantor polisi, Eun-jo mencoba menghibur Hyo-sun kalau Jun-su akan baik2 saja. Hyo-sun bertanya kemana saja Eun-jo seharian ini – kemana Eun-jo ketika Hyo-sun memohon pada nenek soal saham itu dan Jun-su menghilang dri rumah? Hyo-sun bertanya, “Apa kau mengkhawatirkan Jun-su? Apa kau pernah memegangnya? Apa kau tahu kalau dia adalah adik kita? Apa kau pernah memikirkan dia sebagai adikmu?”
Tapi Hyo-sun sebenarnya membuat pernyataan yang pas tentang Eun-jo yang tidak menunjukkan ketertarikan pada Jun-su. Tidak benar kalau Eun-jo tidak peduli pada Jun-su. Bukan sebuah kejutan lagi kalau anak2 kurangnya interaksi merupakan kurangnya ketertarikan. Ketika Eun-jo membalik buku gambar Jun-su, dia melihat sebuah potret keluarga dan Jun-su hanya menggambar empat orang dan Eun-jo tidak ada disana.
Ki-hoon memarkir mobilnya di depan kantor Hong Ju lalu menelpon kakaknya untuk menyusun perjanjian: Ki-hoon akan menukar bukti yang dia punya dengan mereka untuk sebuah kontrak perjanjian untuk tidak mengganggu perusahaan Dae-sung dan mengembalikan saham yang mereka beli dari para tetua. Ki-jung menolak perjanjian ini dan menyuruh Ki-hoon untuk melakukan yang terburuk. Ki-jung tidak percaya kalau Ki-hoon akan melakukan itu sebab hal itu akan menghancurkan ayah mereka. Ki-hoon mengatakan dengan tegas kalau bukti itu ada padanya. Lalu dia memberikan Ki-jung tenggat waktu: Ki-hoon akan menunggu sampai besok pagi.

Selagi seluruh anggota keluarga duduk dan menunggu berita dengan gelisah, Kang-sook tiba dan menanyakan Jun-su. Kemana mereka sudah mencari? Apa mereka sudah mencari ke semua tempat? Eun-jo dan Hyo-sun kaget melihat kepulangan ibu dan Hyo-sun mendekat untuk memeluk ibu. Dia bertanya apa ibu kembali untuk berbaikan. Hyo-sun tidak mendapatkan jawaban sebab Kang-sook langsung berlari untuk terus mencari.

Kemudian mereka berhasil menemukan Jun-su… di bawah meja barangkali? Mereka sebenarnya menemukan Jun-su setelah dia bangun dan mulai terisak. Suara itu membawa mereka ke kantor Dae-sung dimana ibu memeluk Jun-su dengan gembira dan diikuti oleh Hyo-sun. Eun-jo melihat semua ini dari samping dan merasakan bahwa dia bukan bagian dari keluarga ini. Di kamarnya, Eun-jo berpikir lagi bagaimana dongengnya berakhir sore ini.

Ibu dan Hyo-sun memandikan Jun-su yang terlihat sangat senang. Jun-su menjelaskan kalau dia bermain petak umpet dan sebuah flashback memberitahu kita bagaimana dia bisa berada di bawah meja Dae-sung. Seperti yang sudah sering dia lakukan ketika ayah masih hidup, Jun-su bermain petak umpet bersama ayah dalam bayangannya saja. Pada awalnya terlihat kalau Jun-su hanya terlihat menghidupkan kenangan lama tapi kenangan itu menjadi kabur dengan kenyataan ketika Dae-sung mengatakan pada Jun-su untuk menjaga ibu dan kakak2 perempuannya sebab dia adalah satu2nya pria dalam keluarga itu.
Eun-jo memaksa ibunya untuk menjelaskan kenapa dia pergi dan kemudian kembali lagi. Tapi Kang-sook berkeras kalau dia tidak punya penjelasan apa2. Saat keluarga itu sedang makan, Hyo-sun berkata pada Kang-sook kalau mereka miskin sekarang – mereka mungkin akan kehilangan rumah ini. Hyo-sun meminta Kang-sook untuk memberitahukan apa yang dia rencanakan jadi Hyo-sun bisa mempersiapkan dirinya.
Kang-sook mengaku kalau dia hanya tertarik pada kekayaan jadi kenapa Hyo-sun mau percaya setiap kata yang ibu akan katakan sekarant? Kemudian ibu mengkritik cara bicara Hyo-sun dan memintanya untuk belajar bicara yang baik dari Eun-jo. Kang-sook juga bergumam pada Hyo-sun tentang tidak akan kehilangan rumah ini – apa Hyo-sun tahu kalau dia adalah Song Kang-sook? Dia akan mati bila dia membiarkan seseorang mengambil rumah ini darinya.

Kang-sook mengambil kendali seolah-olah dia tidak pernah pergi dan mengumpulkan semua pekerja untuk memberikan kuliah soal etika bekerja. Akan tetapi, sekarang nada bicaranya berbeda, kalau di masa lalu dia selalu menunjukkan kekuasaannya dan sekarang dia terdengar bahkan peduli pada keadaan perusahaan. Ketika paman Hyo-sun lewat dan melihat Kang-sook dengan ketakutan, Kang-sook membuatnya terkejut dengan tidak mengusirnya seperti yang paman pikirkan. Malahan, Kang-sook menyuruh paman untuk segera bekerja.
Perubahan sikap ini juga berimbas ke Hyo-sun yang ibu perlakukan tidak seperti dulu tapi dia berbicara apa adanya. Ibu membalik-balik lemari Hyo-sun dan ibu meminta Kang-sook untuk memberikan beberapa barang2nya yang bagus itu pada Eun-jo sebab Hyo-sun harus merasa bersalah karena dia punya banyak barang bagus tapi Eun-jo berdandan begitu sederhana. Kelihatannya Kang-sook sudah menemukan tempatnya tapi Hyo-sun bingung pada perubahan ini.
Kang-sook mengatakan semuanya pada Hyo-sun dan berkata kalau dia akan bersikap seperti ibu tiri sekarang. Ibu tidak bisa berpura-pura lagi sekarang dan dia sudah lelah memaniskan kata2nya jadi dia akan bersikap jujur sekarang – dia tidak bisa merasakan hal yang sama pada Hyo-sun seperti yang dia rasakan pada darah dagingnya. Ketika Eun-jo atau Jun-su sakit, Kang-sook merasa semua organ tubuhnya dikeluarkan tapi pada Hyo-sun, dia tidak merasakan hal yang sama. Akan tetapi, Kang-sook mengakui kalau adanya waktu 8 tahun bersama itu dan Hyo-sun adalah orang yang paling mengingatkannya pada Dae-sung – jadi sekarang dia memutuskan mereka akan mempunyai hubungan ibu tiri dan anak tiri.

Hyo-sun bertanya apakah ibu bersungguh-sungguh dengan ucapannya – begitukah Hyo-sun artinya bagi ibu, bahwa ibu tidak merasa seperti ditikam ketika dia sakit? Kang-sook menjawab iya. Hyo-sun menarik Kang-sook dan memeluknya dan memintanya untuk tidak melupakan kesalahan Kang-sook padanya dan pada Dae-sung. Hyo-sun menambahkan, “Aku tidak akan memintamu untuk membayarnya dengan hal lain, jadi rasakan saja hal yang sama padaku seperti yang kau rasakan pada Unni.”
Ketika Jung-woo memandangi tulisan di pemukul baseball-nya, dia mengenang kembali masa kanak2nya dan bagaimana dia tumbuh mencintai Eun-jo. Flashback itu membawa Jung-woo ke saat2 awal mereka bersama hingga ke hari dimana dia merayakan ‘ultah-nya’ bareng Eun-jo. Cukup meyakinkan, Jung-woo bicara pada Eun-jo dan memberikannya pemukul baseball-nya pada noona. Jung-woo tahu kalau dia akan ditolak, tapi dia harus melakukan ini tidak peduli apapun jawaban Eun-jo.

Setelah itu, Jung-woo menyatakan perasaannya kalau Eun-jo sudah menjadi wanita di hati Jung-woo sejak masih kecil dan dia selalu ingin menjaga Eun-jo. Ki-hoon sudah membuat Eun-jo banyak menangis dan akan terus membuat Eun-jo menangis nanti dan Jung-woo tidak bisa duduk saja melihat itu terjadi: “Hiduplah dengaku.” Sebenarnya itu lamaran pernikahan dan Jung-woo berjanji untuk membuat Eun-jo bahagia dan hanya hidup dengannya.
Eun-jo mengatakan pada Jung-woo ini bukan artinya dia tidak menyukai Jung-woo tapi dia tidak bisa bersama Jung-woo sebab dia sangat menyukai Ki-hoon. Meski dia tidak tahu apakah dia bisa bersama Ki-hoon nanti, tapi itu tidak jadi masalah: “Apa artinya itu saat aku tergila-gila padanya? Kau akan bertemu wanita yang menyukaimu seperti aku menyukai Ki-hoon.” Eun-jo menyerahkan kembali pemukul baseball itu dan berkata kalau dia benar2 peduli pada Jung-woo. Tapi sekarang, Eun-jo harus menemui Ki-hoon.
Setelah menunggu semalaman di dalam mobilnya, Ki-hoon bangun keesokan paginya. Sedikitnya jawaban dari Ki-jung berarti dia tidak ada rencana untuk menurut. Eun-jo telah membaca laporan di Koran pagi dan langsung menuju ke Hong Ju. Ki-hoon melihat Eun-jo memasuki gedung dan mengikutinya dan mencoba untuk meminta tinggal sebab semua ini akan berakhir. Tapi tidak, Eun-jo mengatakan pada Ki-hoon – semuanya sudah berakhir. Hong Jud an ayah Ki-hoon sudah dituntut atas perbuatan illegal mereka.

Setelah itu, pintu terbuka dan Ki-jung keluar untuk memberitahukan Ki-hoon bahwa dia sudah menang. Ternyata Direktur Park yang menghancurkan perusahaan itu. Eun-jo dan Ki-hoon melihat dari mobil ketika ayah Ki-hoon dikawal dari mobilnya dan dikerumuni oleh reporter yang penasaran. Ki-hoon melewati kerumunan itu untuk mengetuk pintu mobil ayahnya dan mendekat untuk meminta ayahnya sekali lagi untuk meninggalkan semuanya.

Ki-hoon berjanji akan mendukung ayahnya dan menjadi anak yang berbakti jika ayah meninggalkan semua ini dan tinggal bersama Ki-hoon. Ayah tersentuh pada sikap Ki-hoon dan bahkan menangis serta memandang Ki-hoon dalam-dalam. Tapi ini jelas tidak mudah dan ayah tidak bisa melakukannya. Kaca jendela kambali menutup dan ayah meminta sopirnya untuk jalan. Setelah mobil itu berlalu, kerumunan itu berpencar dan Ki-hoon tetap berdiri beku. Eun-jo mendekat dan memegang tangan Ki-hoon lalu menuntunnya kembali ke mobil.
Sedangkan, Hyo-sun dan Kang-sook berbelanja pakaian dan Kang-sook mengambil sebuah baju untuk Eun-jo. Tapi dengan caranya yang aneh, Hyo-sun menganggap itu sebagai sikap untuk bersikap lebih berani pada ibu. Hyo-sun mengatakan pada ibu untuk tidak bersikap diskriminatif pada putri-putrinya dan mengambil satu baju untuk ditambahkan ke tumpukan baju ibu.
Eun-jo mengantar Ki-hoon ke tempat bicara favorit mereka – hutan – dan keluar untuk memberikan kesempatan bagi Ki-hoon untuk sendiri sebab dia menangis. Setelah beberapa waktu, Eun-jo membuka pintu mobilnya dan menepuk bahu Ki-hoon. Kemudian, Eun-jo memegang tangan Ki-hoon lagi dan dengan pelan mengajaknya keluar mobil. Eun-jo memeluk Ki-hoon dan tangannya dengan pelan mengusap punggung Ki-hoon. Dia berkata kalau Ki-hoon seharusnya memberitahukannya dari awal sebab dia bisa membantu Ki-hoon dalam saat sulitnya. Mereka seharusnya membicarakan semuanya bersama dan mereka tidak akan kehilangan apa2.

Eun-jo: ‘Kau bisa bersandar padaku’. Ketika ayah mengatakan itu padaku, aku tahu meskipun aku tidak langsung bersandar padanya, aku telah menemukan seseorang untuk bersandar saat aku perlu. Pada saat itu, rasanya seperti sesuatu yang terikat terbuka dan tenang. Bersandarlah padaku. Kau bisa bersandar padaku. Aku memintamu untuk bersandar padaku kali ini, ya?

Ki-hoon memegangi Eun-jo dengan erat untuk beberapa saat. Dan saat dia mundur, Ki-hoon mengecup kening Eun-jo lalu perlahan-lahan mereka berciuman.

sinopsis cinderella step sister episode 18

Ki-hoon memanggil, “Eun-jo ya.” Eun-jo berbalik tapi tidak mendekatinya. Ki-hoon sadar kalau Eun-jo tidak akan mendatanginya jadi Ki-hoon mengatakan kalau dia yang akan mendatangi Eun-jo. Ki-hoon mendekat dan melambaikan secarik kertas dihadapan wajah Eun-jo lalu meletakkannya di tangan Eun-jo. Ki-hoon berkata kalau dia tidak pernah menyelesaikan satu kalimat yang pernah dia mulai dengan Eun-jo, sebab kebiasaan Eun-jo yang sering kabur. Ki-hoon, “Jika kau bergerak satu langkah sebelum aku selesai bicara, kau mati, kau bajingan kecil.”

Eun-jo membuka kertas itu dan ada nomer satu sampai empat tulisan disana. Ki-hoon berkata pada Eun-jo kalau banyak hal akan terjadi dan Eun-jo harus: 1). Tidak peduli apa yang terjadi, jangan kaget. 2). Percaya bahwa perusahaan Dae-sung akan bertahan. 3). Kau akan tutup mulut. Dan nomer empat – Ki-hoon akan memberitahukan nomer empat pada Eun-jo kalau Eun-jo masih melihat wajah Ki-hoon setelah semuanya berakhir.

Ki-hoon menyuruh Eun-jo untuk menyimpan catatan itu baik2 sebab catatan itu sangat penting. Eun-jo tidak tahan – apa yang sedang direncanakan Ki-hoon? Ki-hoon berkata kalau yang terpenting bukanlah apa yang akan terjadi masalahnya, semua itu toh akan berlalu. Keesokan harinya, para tetua kembali dan mereka mengatakan pada Eun-jo dan Hyo-sun kalau mereka akan menjual saham mereka pada Hong Ju. Eun-jo sekarang sadar apa arti kata2 Ki-hoon. Hyo-sun mencoba memohon pada para tetua tapi tidak ada hasil. Eun-jo melangkah maju dan mengatakan kalau dia mengerti harapan para tetua.

Hyo-sun ketakutan karena berpikir kalau Eun-jo menyerah, tapi Eun-jo melanjutkan, dengan mengatakan bahwa perusahaan Dae-sung adalah warisan ayah mereka dan mengingatkan mereka pada kesedihan mereka dan kehilangan atas Dae-sung. Eun-jo memberitahukan mereka lagi akan harapan2 Dae-sung agar anak2 perempuannya ingat mimpi2 Dae-sung. Eun-jo meminta mereka untuk mempertimbangkan keputusan itu lagi. Tapi nenek menolak permohonan Eun-jo, “Kau seharusnya tidak bicara sekarang. Biarkan saja sikap2 ibumua itu, kau tidak punya hak untuk berdiri disini dan mengkuliahi kami!”

Eun-jo ketakutan sebab dia tidak punya pembelaan untuk ibunya. Tapi kemudian Hyo-sun yang membela ibu dihadapan para tetua, “Jangan bicara tentang ibu kami dengan gampangnya. Apa kau sudah mengikutinya kemana-mana? Apa kau punya bukti? Aku hidup dengannya dan aku berkata kalau itu tidak benar! Kalau itu benar, orang yang tidak akan bisa memaafkannya adalah aku. Tapi aku telah memberitahumu waktu itu dan sekali lagi sekarang kalau itu tidak benar!” Eun-jo terpaku waktu Hyo-sun berdiri disana dan membela ibu.
Tapi nenek tidak bisa menerima itu. Dia sama sekali tidak bisa mempedulikan Jun-su atau yang lainnya. Dia juga menyingkirkan Hyo-sun sebagai seorang anak dan terus menyeret nama Kang-sook ke hal2 buruk. Nenek mengumumkan kalau seberapa banyak uang yang telah Kang-sook ambil selama 8 tahun ini. Eun-jo terhuyung dan Hyo-sun memeganginya agar tidak jatuh.
Eun-jo memandangi nenek dan menantangnya kalaupun hal itu benar, apa yang akan nenek lakukan soal itu? Ibu mereka sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis anggur beras itu dan dia juga mengatakan untuk membawa surat cerai ke kuburan Dae-sung agar bisa ditandatangani olehnya. Mereka tidak punya hal untuk mengusir ibu. Eun-jo berlari keluar ketika para tetua terlihat jengkel.
Hyo-sun mengikuti Eun-jo, yang tidak bisa percaya kalau apa yang dia pikirkan adalah rahasia terbesar yang diketahui oleh seluruh dunia. Satu2nya rahasia adalah dia tidak tahu rahasia itu. Sekarang Hyo-sun yang menyemangati Eun-jo dengan berkata, “Ayo lakukan bersama. Bukan itu masalahnya sekarang. Perusahaan anggur kita… apa kau ingin menyerahkannya pada Hong Ju lalu menyelesaikan semuanya? Apa kau akan begitu?! Aku tidak akan! Aku akan memohon dan berlutut pada para tetua kalau perlu. Kau yang paling pintar… apa yang akan kau lakukan?” Eun-jo terlihat menderita untuk beberapa saat dan meminta waktu 10 menit untuk sendiri dan menjauh. Hyo-sun di belakangnya berteriak, “Hei, kau baru saja mencoba dan menyerah padaku!”

Eun-jo pergi ke gudang anggur untuk menyendiri. Dia menelpon ibu dan meninggalkan voicemail: “Bu, jangan kembali. Bersembunyilah dan jangan kembali. Ya, aku berpikir jika kita bersembunyi cukup baik, semuanya akan menghilang tapi ternyata tidak begitu, Bu. Kau akan menjadi penyihir sampai hati dimana kau meninggal dan aku adalah anak dari penyihir itu. Aku akan membakar tonggak di tempatmu. Kabur saja dan jangan kembali. Selamanya.”

Ki-hoon muncul di belakang Eun-jo dan telah mendengar pesannya. Ki-hoon berjalan mendekati Eun-jo dan menghapus air matanya. Eun-jo bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Jika aku adalah anak penyihir, apa aku juga penyihir? Jika aku penyihir, apa aku mengeluarkan mantra? Aku pasti sudah lupa siapa orang ini, apa yang telah dia lakukan.” Ki-hoon mengingatkan Eun-jo kata2nya tadi malam untuk mempercayakan segalanya pada Ki-hoon. Dia menghapus lagi air mata Eun-jo dan meletakkan tangannya di pundak Eun-jo.
Ki-hoon berkata, “Aku memintamu untuk tidak kaget tapi kau kaget. Aku memintamu untuk tidak berteriak tapi kau sudah menangis. Gadis jahat. Apa kau tahu? Aku juga takut. Tapi meskipun aku takut, aku tidak akan menghindarinya. Aku akan melakukan yang terbaik.” Eun-jo jadi berpikir sendiri, “Dan seperti itulah mantra penyihir berakhir. Saat dia berkata dia takut, aku juga merasakan yang sama.” Eun-jo memanggil Ki-hoon dan bertanya apa yang sebenarnya Ki-hoon rencanakan. Ki-hoon hanya memandangi Eun-jo dan tersenyum lalu berkata kalau yang hanya harus Eun-jo lakukan adalah menunggu seperti gadis yang baik.
Selagi Ki-hoon menyusun rencananya, Eun-jo dan Hyo-sun mengumpulkan keuangan mereka untuk melihat aset apa saja yang mereka bisa kumpulkan. Eun-jo terkejut bahwa Hyo-sun tidak tahu apa2 tentang kekayaan keluarga mereka. Eun-jo sadar kalau rencana Ki-jung selama ini adalah menghapuskan perusahaan Dae-sung dan tidak meninggalkan apa2 jadi Hong Ju bisa memimpin pasar – pada dasarnya hanya menghilangkan pesaing. Dan janji agar Eun-jo tetap melakukan penelitian adalah berarti Eun-jo menjadi pegawai Hong Ju.

Ki-hoon menyerahkan dokumen rahasianya pada ayahnya dan Ki-jung secara bersamaan. Mereka membaca semua lobi-lobi harga dan kegiatan illegal perusahaan Hong Ju lainnya dengan tatapan ngeri, sedangkan Ki-hoon tersenyum penuh kemenangan. Ki-jung bertanya darimana asal dokumen itu dan apa yang Ki-hoon inginkan. Ayah menyuruh Ki-jung untuk diam dan berkata kalau itu bukan dokumen Hong Ju. Ki-jung kehilangan sikap tenangnya untuk pertama kalinya dan menyebut Ki-hoon serigala licik.
Ki-jung berteriak agar bisa tahu apa yang Ki-hoon minta dan mengakui kalau dokumen itu bukanlah dokumen palsu seperti yang ayah katakan. Ki-hoon memuji keberanian mereka dalam melakukan perjanjian gelap ketika Ki-jung dan ayah bereaksi kaget. Ki-jung mengaku kalah dan ayah mengernyit. Ki-hoon berkata, “Kau sudah tahu apa permintaanku. Jangan ganggu kami.” Ki-jung bertanya, “Kami?” dan Ki-hoon langsung menjawabnya, “Perusahaan Dae-sung.”
Kemudian, Ki-hoon menelpon untuk mendengarkan kembali percakapan mereka yang ternyata telah direkam. Eun-jo dan Hyo-sun sudah mendapatkan cara untuk menyelamatkan perusahaan. Eun-jo berkata kalau saham mereka bila digabungkan adalah 40 persen jadi mereka hanya memerlukan dua dari tetua untuk mengganti diri menjadi tim pemenang dan tentu saja setelahnya mereka akan menjadi pemilik saham mayoritas. Tapi salah satu dari tetua itu adalah nenek.

Ki-hoon pulang ke rumah dengan berkendara dan seseorang mengikutinya dari belakang. Eun-jo melihat kalau Ki-hoon punya E-mail baru dan mencoba beberapa password tapi gagal. Ki-hoon tiba di rumah tapi sebelum Ki-hoon bisa masuk ke dalam penjahat yang mengikutinya menarik dan menculiknya.
Hyo-sun membacakan ‘Kongji dan Patzzi’ pada Jun-su sebagai cerita sebelum tidur. Di luar, Jung-woo mengatakan pada Eun-jo kalau dia sudah siap untuk menikah. Eun-jo mengatakan kalau dia akan membantu (secara financial) apapun yang bisa dia bantu meski itu lebih cepat dari yang Eun-jo harapkan. Tapi bukan itu yang Jung-woo maksud.

Hyo-sun mengatakan pada Eun-jo kalau dia punya sesuatu yang ingin dia tunjukkan pada kakak tertuanya itu. Mereka pergi ke kamar Hyo-sun dan diapun mengeluarkan harta karun Hyo-sun yang disimpan dalam sebuah kotak. Hyo-sun mengatakan pada Eun-jo tentang baju yang dia berikan kepada ibu waktu ibu pertama kali tiba di rumah ini dan menunjukkan foto ayah waktu masih kecil. Dia terlihat seperti Jun-su tapi Eun-jo melihat hal yang lain.
Eun-jo membaca surat Ki-hoon itu dengan gemetaran dan Hyo-sun memandangi Eun-jo dengan takut2. Tapi Hyo-sun juga terlihat tenang dengan keputusan itu dan tahu kalau itu hal yang benar buat dilakukan meski hal itu membuat hatinya terluka. Eun-jo membaca surat itu dengan teliti di kamarnya. Kita sudah tahu isi awalnya dan inilah sisanya:

Surat Ki-hoon: Jangan kabur. Jangan pergi kemana-mana. Tunggu aku di rumah. Aku akan bertahan berpikir kalau kau akan menungguku dan aku berharap kau akan bertahan dengan memikirkan kepulanganku. Aku menyukaimu, Eun-jo. Aku paling menyukaimu di dunia ini. Aku mencintaimu. Jika aku berpisah denganmu dalam waktu singkat, aku ingin menuliskanmu surat seperti ini. Jangan pergi kemana dan tunggu aku. Aku mencintaimu, Eun-jo. Aku ingin menuliskanmu surat seperti ini, mengetuk hatiku, memintamu untuk menungguku… Tapi, aku yang telah menyeberangi sungai dan tidak bisa kembali, harus secara menyedihkan bukan memintamu untuk menunggu, tapi menghentikanku. Apa kau akan menghentikanku?
Lalu, Eun-jo melakukan percakapan dengan surat itu. Ini dia:
Surat Ki-hoon: Aku akan membawamu ke bulan dan bintang2.
Eun-jo: Kapan?
Surat Ki-hoon: Apa kau akan menghentikanku?
Eun-jo: Bagaimana?
Surat Ki-hoon: Jika kau memegangiku, aku rasa aku bisa berhenti disini.
Eun-jo: Orang ini berpegang padaku seperti sebatang sedotan.
Kesadaran akan hal ini membuat Eun-jo menangis.
Surat Ki-hoon: Meskipun darah meluncur keluar dari lututmu, kau tidak mampu menangis, sama seperti Hong Ki-hoon yang bodoh.
Eun-jo: Orang ini juga berdarah.
Surat Ki-hoon: Apa kau akan menghentikanku?
Eun-jo: Jika aku tahu orang ini tidak punya apa2 melainkan hanya gadis 18 tahun yang keras kepala untuk menghentikannya, kalau begitu aku tidak punya alasan untuk memanggil namaku sendiri seperti burung dan menangis.

Eun-jo dan Hyo-sun terdiam dan keduanya memikirkan Ki-hoon: Hyo-sun akhirnya melepaskan dan Eun-jo bertahan. Eun-jo pergi ke kamar Ki-hoon pada pagi harinya. Tapi Jung-woo mengatakan padanya kalau Ki-hoon tidak pernah pulang. Eun-jo langsung tahu kalau ada yang tidak beres. Mereka berlari keluar dan melihat mobil Ki-hoon terparkir jauh. Eun-jo mulai panik dan dia mencoba memecah password Ki-hoon lagi. Jung-woo berdiri ketika Eun-jo mencoba untuk mencaritahu langkah selanjutnya. Eun-jo bertanya-tanya apa hal keempat dalam surat itu – hal yang dikatakan akan diberitahu Ki-hoon nanti. Eun-jo menemukan passwordnya: MMM.

Ki-jung yang ternyata menculik Ki-hoon dan Ki-hoon dipukuli. Dia terduduk lemas. Ki-jung berkata kalau dia hanya ingin menahan Ki-hoon untuk beberapa hari sebab perceraian orang tua mereka akan dilaksanakan besok dan perusahaan Dae-sung akan berurusan dengan kejatuhannya.
Ki-hoon menyeringai pada kakaknya, “Aku tidak tahu kalau kau juga seorang penjahat, Kak Ki-jung. Meski bukan untukku, kau tetap ditakdirkan untuk gagal. Aku bisa mengatakan perbuatan macam apa yang kau ambil… betapa lemahnya kau sebenarnya.” Ki-hoon dihantam di wajahnya lagi dan mencoba untuk kabur tapi para penjahat disana tidak membiarkan Ki-hoon pindah 5 langkah sekalipun. Di sisi lain, Eun-jo sedang mendengarkan rekaman percakapan dan memutuskan sikap yang akan dia ambil: menukar Ki-hoon dengan rekaman itu.
Hyo-sun berlutut di depan rumah nenek dan menolak untuk pergi sampai nenek mau bicara dengannya. Dia berteriak apakah nenek siap mengambil tanggung jawab untuk dirinya, Jun-su dan Eun-jo jika nenek menolak ibu untuk kembali. Lalu, seseorang datang dan Hyo-sun menengadah: ternyata Jung-woo. Jung-woo berkata kalau Eun-jo yang mengirimnya untuk menemani Hyo-sun.

Eun-jo menelpon Ki-jung dan mengatakan kalau dia melakukan penculikan. Ki-jung mencoba untuk mengelak dengan bertanya apakah Eun-jo pernah mendengar seseorang yang menculik saudaranya sendiri. Eun-jo mengingatkan Ki-jung kata2nya sendiri bahwa Ki-hoon tidak pernah menjadi saudaranya. Ki-jung mencoba menyangkalnya tapi Eun-jo mengatakan kalau dia akan melakukan pembicraan dengan Ki-jung.

Eun-jo mengatakan pada Ki-jung kalau dia datang kesini dengan maksud untuk menukar Ki-hoon dengan rekaman itu. Tapi kemudian Eun-jo sadar bahwa jika Ki-hoon khawatir tentang kesehatannya, dia tidak akan melakukan ini pada awalnya. Dia juga sadar kalau Ki-hoon pasti tidak ingin dia melakukan barter. Jadi rencana Eun-jo adalah menyerahkan segalanya pada yang berkuasa dan berurusan dengan mereka dengan satu hentakan saja. Eun-jo tidak tahu apa isi dokumen itu tapi berdasarkan rekaman itu, dia berkata bahwa orang paling bodoh akan tahu kalau mereka pasti melakukan sesuatu yang buruk. Ki-jung mencoba mengelak tapi Eun-jo melanjutkan lagi.
Eun-jo: Ini hal yang benar untuk dilakukan. Meski kau menelan Dae-sung Co dan menghancurkannya, meski kau menghapus nama Dae-sung dari Korea selamanya, ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ayah kami yang sudah meninggal juga akan berpikir begitu. Alasan terbesarnya adalah orang itu… Hong Ki-hoon. Aku tidak ingin membuatnya merasa malu lagi. Orang itu merasa malu selama ini – karena itulah dia tidak bisa mencariku. Karena dia merasa begitu bersalah, dia selalu mengatakan yang sebaliknya. Tidak pernah mengatakan apa yang sebenarnya aku rasakan, aku tidak pernah sekalipun memberikan kata2 yang ramah padanya. Tapi jika aku menukar rekaman ini untuknya, orang itu dan aku… kami tidak akan pernah mendapatkan kesempatan.
Eun-jo mengatakan pada Ki-jung kalau dia akan memberikan waktu pada Ki-jung sebelum dia masuk ke dalam sana. Dan jika Ki-jung membiarkan Ki-hoon pergi dan menelpon Eun-jo, maka Eun-jo akan membatalkan tuntutan yang akan dia berikan pada Ki-jung. Ki-jung ketakutan dan menelpon pengacaranya. Kemudian dia melihat Ki-hoon. Dia terlihat sangat bimbang, masalahnya dia sudah dipukul oleh Ki-hoon dan seorang gadis kecil (Eun-jo).

Telpon Eun-jo berdering dan ternyata dari Ki-hoon. Ki-hoon mengatakan pada Eun-jo agar dia menurunkan kaca mobilnya jadi dia bisa melihat wajah Eun-jo. Eun-jo melakukannya dan mereka bisa saling pandang dari seberang jalan. Ki-hoon berkata, “Siapa yang menyuruhmu melakukan itu?” Eun-jo bertanya apakah Ki-hoon baik2 saja dan menyuruh Ki-hoon untuk pulang ke rumah. Ki-hoon mengatakan kalau Eun-jo tidak boleh menyerahkan bukti itu – hanya itu satu2nya cara untuk menyelamatkan perusahaan. Eun-jo menggelengkan kepalanya dan menangis. Menurut Eun-jo, inilah satu2nya cara agar mereka bisa bersama. Ki-hoon menutup telpon dan mulai menyeberang jalan untuk mencari Eun-jo.

Eun-jo keluar dari mobil dan ketika Ki-hoon tiba2 berhenti, Eun-jo memecahnya lalu berlari ke Ki-hoon dan memeluknya. Kendaraan lalu lalang ketika mereka berpelukan!