Duduklah disini..
Bangku kayu tua ini sudah begitu setia menemaniku,
seumur hidupnya telah ia nyamankan
untuk mendengar semua ratapan-ratapan kisahku sebagai anak manusia..
Duduklah disini..
Urai semua gelisahmu, jangan satupun tersisa
agar tak ada yang mengganjal ketika kau tersenyum elok.
Dudulah disini..
Akan kutuang secangkir peradaban untukmu,
karna berawal dari sini, kita akan sama-sama menyusuri
perjalanan panjang
fajar menuju senja.
Duduklah disini..
Tak perlu lagi kau hiraukan
sebuah titik, koma, atau refrensi jeda kehidupan..
Sebab sekarang kau punya dua telingaku,
yang selalu akan mendengar celotehmu
atau menangislah di bahuku ketika takdir terasa menyekapmu di ruang senyap.
Duduklah disini..
Di bangku kayu tua ku ini..
Akan kulukis seluruh perjalananmu,
tentu dengan caraku
juga bahasaku..
Tak usah kau tanya tentang isinya;
nanti ketika senja akan kita baca sama-sama.
Mari duduk disini..
Ceritalah tentang apa saja
Agar alenia pertama mulai bisa ku tulis..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar